Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 07 November 2011

laporan praktikum penggunaan alat ukur

Daftar Isi….

Bab I.    Pendahuluan
1.1      Prinsip Dasar………………………………………………………………………………………………………………………….

1.2     Tujuan Percobaan………………………………………………………………………………………………………………….

1.3     Tanggal Percobaan……………………………………………………………………………………………………………….

Bab II. Teori Penunjang
2.1…..
Bab III.  Prosedur Percobaan
 3.1 Alat-alat Percobaan………………………………………………………………………………………………………….
 3.2 Bahan-bahan Percobaan………………………………………………………………………………………………..
 3.3 Prosedur Kerja………………………………………………………………………………………………………………….

Bab IV.  Data Pengamatan…………………………………………………………………………………………………………………..
            4.1 Data Pengamatan……………..…………………………………………………………………………………………………
4.2 Pembahasan………………………………………………………………………………………………………………………..
4.3 pertanyaan dan jawaban…………………………………………………………………………………………………

Bab V.   Kesimpulan…………………………………………………………………………………………………………………………..

Daftar Pustaka…………………………………………………………………………………………………………………………..............



Bab I.   Pendahuluan

1.1              Prinsip Dasar
PENGGUNAAN ALAT UKUR
MACAM-MACAM alat ukur glas
   Jika Anda berkeliling memasuki sebuah kawasan laboratorium kimia, Anda akan menemukan aneka macam jenis alat ukur. Secara garis besar alat-alat pengukuran ini terbagi menjadi dua yakni alat ukur teknis dan alat ukur analitis.
Perbedaan utama terletak pada ketelitiannya. Yang bersifat  teknis ketelitiannya lebih rendah dibanding yang bersifat analitis. Sebagai contoh adalah alat ukur massa yakni timbangan.
Di laboratorium kimia Anda akan menemukan sebentuk timbangan yang disebut dengan timbangan analitis. Ketelitiannya hingga mencapai nol koma gram dari zat yang diukur.
Sementara contoh timbangan teknis adalah timbangan yang biasa Anda temukan di laboratorium fisika. Zat yang ditimbang dalam ukuran yang besar sehingga tidak memerlukan sensitivitas alat yang tinggi.
Macam-Macam Alat Ukur Glass
Begitu juga jika Anda memperhatikan berbagai aneka peralatan glass yang ada di laboratorium kimia. Anda akan melihat angka-angka penunjuk ukuran yang tertera pada dinding alat glass. Peralatan glass merupakan alat ukur yang rata-rata digunakan untuk mengukur volume. Berikut beberapa macam peralatan glass yang berfungsi untuk mengukur volume:

1.  Beaker Glass

     Nama lain alat ini adalah gelas piala. Bentuknya mirip dengan gelas yang bagian ujungnya didesain dengan corong penuang. Pada dinding alat ukur jenis ini juga terdapat ukuran volume mililiter yang bervariasi jumlahnya. Ada yang 5mL, 10 mL, 20 mL dan seterusnya.
Fungsi utama dari alat ini untuk melarutkan zat atau sebagai wadah mereaksikan zat. Selain itu juga bisa digunakan untuk menampung dan mengukur volume larutan secara teknis.


2.  Labu Ukur
     Labu ukur disebut juga labu takar. Alat glass yang satu ini memiliki bentuk yang agak unik. Di bagian bawah berbentuk bulat menyerupai labu, sementara di bagian atas sedikit memanjang. Ukuran alat ini terletak pada bagian atasnya. Karena bentuknya yang lebih cenderung berat ke bawah, membawa alat ukur ini haruslah hati-hati, yakni dengan menyangga bagian bawah alat.
Fungsi utama alat ini adalah untuk pengenceran larutan. Larutan yang pekat diencerkan dengan akuades tepat mengikuti garis putih melingkar yang terletak di bagian leher alat. Ukuran labu ukur bervariasi, ada yang kecil, sedang dan besar mencapai 1000 mL.
3.  Gelas Ukur
    Bentuk alat ini memanjang dengan bagian ujungnya dibentuk seperti corong. Sesuai namanya alat ini berfungsi untuk mengukur volume larutan yang akan direaksikan. Pada bagian dinding alat ini terdapat variasi ukuran, 10 mL, 20 mL, 50 mL dan seterusnya.
4.  Pipet Volume
    Pipet volume merupakan pipet yang terbuat dari kaca kecil dan memanjang. Fungsinya untuk menyedot larutan dalam ukuran yang kecil. Untuk zat-zat yang tak berbahaya seperti akuades, penggunaannya bisa dihisap dengan mulut. Namun untuk zat-zat berbahaya digunakan karet penghisap.
5.  Piknometer
     Piknometer merupakan alat glass yang berfungsi untuk mengukur berat jenis suatu zat. Bentuknya cukup mungil dan rumit. Seperti botol kecil dilengkapi dengan tutup. Zat yang akan diukur berat jenisnya diubah terlebih dahulu ke dalam bentuk larutan, selanjutnya dimasukkan ke dalam alat ukur ini. Meski ukurannya mungil, jangan salah, benda ini memiliki harga yang cukup mahal. Biasanya peralatan glass semakin mungil dan semakin rumit bentuknya, harganya pun akan semakin mahal.

6.  Buret

Alat ini sebenarnya memiliki fungsi utama untuk proses titrasi. Bentuknya memanjang dan di bagian bawah didesain sedemikian rupa agar tetes larutan dapat  terkendali mengalir pada saat proses titrasi. Pada dinding buret terdapat ukuran mililiter sebagai ukuran berapa volume larutan standar yang terpakai untuk proses titrasi.



1.2              Tujuan Percobaan    : Agar siswa dapat menggunakan alat ukur yang ada di                                                                                                                                                                                                                                                      laboratorium dengan baik dan benar.
1.3       Tanggal Percobaan   :  26 Oktober 2011
Bab II Teori Penunjang
2.1 teori penunjang
·         Gelas ukur : berupa gelas tinggi dengan skala di sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca atau plastik yang tidak tahan panas. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L.
Fungsi :Untuk mengukur volume larutan tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi dalam jumlah terten
·         Pipet seukuran : digunakan untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu secara tepat, bagian tengahnya menggelembung.
·         Pipet ukur : berupa pipa kurus dengan skala di sepanjang dindingnya. Berguna untuk mengukur dan memindahkan larutan dengan volume tertentu secara tepat.
·         1). Labu ukur : berupa labu dengan leher yang panjang dan bertutup; terbuat dari kaca dan tidak boleh terkena panas karena dapat memuai. Ukurannya mulai dari 1 mL hingga 2 L.

Fungsi :
Untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dan mengencerkan larutan.
Cara menggunakan :
Mengisikan larutan yang akan diencerkan atau padatan yang akan dilarutkan. Tambahkan cairan yang dipakai sebagai pelarut sampai setengah labu terisi, kocok kemudian penuhkan labu sampai tanda batas. Sumbat labu, pegang tutupnya dengan jari, kocok dengan cara membolak-balikkan labu sampai larutan homogen.
·      Buret : berupa tabung kaca bergaris dan memiliki kran di ujungnya. Ukurannya mulai dari 5 dan 10 mL (mikroburet) dengan skala 0,01 mL, dan 25 dan 50 mL dengan skala 0,05 mL.

Fungsi :Untuk mengeluarkan larutan dengan volume tertentu, biasanya digunakan untuk titrasi.
Bab III. Prosedur Percobaan
3.1 Alat-alat percobaan
·         Botol semprot
·         Buret
·         Gelas kimia
·         Gelas ukur
·         Labu ukur
·         Pipet tetes
·         Pipet ukur
·         Pipet volumemetric
·         Tabung reaksi

3.2 Bahan-bahan percobaaan
·         Aqua DM



3.3  Prosedur Kerja
A.Penggunaan gelas ukur
Ø  Masukan aqua DM kedalam gelas ukur sampai dibawah tanda batas 25 mL (sedikit dibawah dari batas ukuran 25mL)  
Ø  Keringkan bagian atas gelas ukur menggunakan kertas hisap dan batang pengaduk sampai benar-benar kering pada tanda batas 25 mL (kertas hisap tidak tercelup pada aqua DM)
Ø  Tepatkan hingga volume 25 mL dengan menggunakan pipet tetes.   
Ø  Lihat volume tepat sejajar mendatar dengan mata.
Masukan aqua DM                                                         

 


B.Penggunaan labu ukur
Ø  Masukan aqua DM kedalam labu ukur sampai dibawah tanda batas 100 mL (sedikit dibawah dari batas ukuran 100 mL)
Ø  Keringkan bagian atas labu  ukur menggunakan kertas hisap dan batang pengaduk sampai benar-benar kering pada tanda batas 100  mL (kertas hisap tidak tercelup pada aqua DM)
Ø  Tepatkan hingga volume 100 mL dengan menggunakan pipet tetes. 
Ø  Lihat volume tepat sejajar mendatar dengan mata.
     


Untuk gambar

C.Penggunaan Pipet Ukur
Ø  Masukan sedikit aqua DM kedalam gelas kimia.
Ø  Pipet dengan menggunakan pipet ukur sampai diatas tanda batas pipet ukur.
Ø  Keringkan bagian ujuung pipet ukur dengan menggunakan kertas hisap.apabila larutan yang dipipet adalah larutan yang pekat tidak perlu di lap.
Ø  Tanda bataskan dengan mengeluarkan larutan sampai tanda batas volume 10 mL atau 5 mL.

Untuk gambar

D.Penggunaan pipet volumemetric
Ø  Pipet dengan menggunakan pipet ukur yang ada didalam labu ukur sampai di atas tanda batas pipet ukur.
Ø  Keringkan bagian ujuung pipet ukur dengan menggunakan kertas hisap..
Ø  Tanda bataskan dengan mengeluarkan larutan sampai tanda batas volume 10 mL .
Ø  Masukan larutan yang telah diukur kedalam erlenmeyer.


Untuk gambar


E.Penggunaan Buret
Ø  Pemeriksaan keran buret.
    Buret diisi dengan air sampai penuh dan periksa apakah ada kebocoran pada kerannya atau tidak.kalau keran bocor berarti kerannya tidak menutup dengan baik dan harus diperbaiki.Untuk memperbaikinya keran dibuka,dibersihkan dari lemaknya dan diolesi dengan lemak keran yang baru.
Ø  Pembilasan buret.
Pembilasan buret yang bersih dan bebas lemak dengan larutan yang akan digunakan didalam buret(larutan penitrasi).Isi buret dengan sedikit larutan yang akan dimasukan kedalam buret,basahi seluruh dinding buret sampai merata kemudian buang larutan melalui keran.Lakukan pembilasan minimal 3 kali.Tempatkan buret pada klem buret.Kedudukan buret hharus tegak.
Ø  Isi corong menggunakan corong dan lewat batang pengaduk hingga semua bagian kerannya terisi penuh dan lebihkan dari tanda batas.Tidak boleh ada sedikit gelembung udara.
Ø  Tanda bataskan dengan mengeluarkan larutan sampai tanda batas volume 0 mL.Apabila kurang dari 0 mL isi kembali dan tanda bataskan kembali.tidak boleh di tanda bataskan dengan menggunakan pipet tetes.
Ø  Keringkan bagian atas buret dengan menggunakan kertas hisap dan jangan sampi larutan yang sudah ditanda bataskan terhisap.Buret siap digunakan.
Ø  Pembacaan skala buret dilakukan sejajar dengan mata membaca miniskus bawah larrutan ,kecuali larutan yang gelap dengan membaca miniskus atas. Ketelitian buret 0,01 mL
   

    

Untuk gambar

Keterangan : Larutan yang tidak berwarna dilihat dari miniskus bawah.
                         Larutan yang berwarna dilihat dari miniskus atas.



Bab IV. Hasil dan Pembahasan
4.1 Data Pengamatan
·         Pada percobaan 1 pengukuran larutan tidak berwarna  di dalam Gelas ukur menggunakan miniskus bawah,Sedangkan larutan berwarna menggunakan miniskus atas.
·         Pada percobaan 2 pengukuran larutan tidak berwarna  di dalam Labu ukur menggunakan miniskus bawah,Sedangkan larutan berwarna menggunakan miniskus atas.
·         Pada percobaan 3 sedot larutan gelas kimia melebihi tanda batas setelah itu tanda bataskan. larutan tidak berwarna menggunakan miniskus bawah,Sedangkan larutan berwarna menggunakan miniskus atas.
·         Percobaan 4 sedot larutan gelas kimia melebihi tanda batas setelah itu tanda bataskan. . larutan tidak berwarna menggunakan miniskus bawah,Sedangkan larutan berwarna menggunakan miniskus atas.

4.2 Pembahasan
     Pada saat melakukan praktikum saya dan teman kelompok saya melakukan percobaan  penggunaan Gelas ukur dengan larutan Aqua DM sebanyak 3 kali,hal ini disebabkan karena pada saat mengukur saya dan teman saya kurang teliti melihat miniskus bawah.Seharusnya miniskus bawah harus tepat pada angka 25 mL.
4.3 Pertanyaan dan Jawaban
1.      Bolehkah beaker glass dan Erlenmeyer digunakanuntuk mengukur?
Jawab :
           tidak,karena hasil pengukurannya tidak akan seakurat pipet volumemetric,pipet ukur,buret.
2.    Bolehkah gelas ukur digunakan untuk mereaksikan suatu zat?
Jawab :
             tidak, karena gelas ukur digunakan proses pengukuran suatu larutan.



Bab V Kesimpulan
            Dari percobaan yang saya lakukan saya mengetahui bagaimana cara mengukur dengan menggunakan larutan yang berwarna dan tidak berwarna.Apabila mengukur larutan yang tidak berwarna menggunakan miniskus bawah sedang kan apabila mengukur larutan berwarna menggunakan miniskus atas.


Daftar Pustaka
·        http://www.forumsains.com/kimia-smu/alat-ukur/?wap2

·         http://www. anneahira.com/alat-ukur.htm

·         http://abynoel.wordpress.com/2008/07/07/pengenalan-alat-labor-kelas-x/






Nama:satya permana
Kelas : 1 analis 2

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar